TERDIAM dan akhirnya BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Wednesday, May 30th, 2007Hatiku sakit… Perasaanku gundah Pikiranku kacau
Semua yang aku takutkan akhirnya terjadi
Ingin aku menangis,
Karena kenyataan terbalik dari harapanku
Ingin aku membencimu,
Karena hati dan pikiranmu tak sedikitpun padaku
Atau karena aku bingung untuk mengutarakan
makna yang bergejolak di hati ini
Aku ingin menangis, Karena pikiranmu tak sedetikpun padaku
Aku tak bisa membencimu karena kepedihanku melampaui batas
Aku tak bisa membencimu karena kebencianku telah melampaui batas
Semua kata yang tak terucap, Sudah usai ditelan waktu,
Sampai disini saja, Karena aku tak mampu lagi
Cinta mungkin indah, Cinta mungkin juga kepahitan
Namun ku tak mengerti CINTA – yang kutahu hanyalah KEINDAHAN
Dan biarkan kini ku melangkah,
Di jalan setapak yang tak tentu arah … tanpa mu
Biarlah aku di sini memandangmu,
Dari kejauhan yang terasa amat jauh
Meski sulit hatiku menerima, Kenyataan bahwa kau tak tahu perasaan ku
Bercinta di dunia puisi, Sudah lebih dari cukup bagiku
ketahuialah akan satu cerita ku,
aku seorang yg turun ke bumi hanya untuk gerimis…
bersahabat dengan angin… tapi tak berduka menjelang dunia…
karena ia masih miliki angin dan sang gerimis…
yang menggenggamnya, menuntunnya melihat keindahan…
dan warna-warninya rasa manusia…
buat sang angin… terimakasih kau temani hari2 indahku…
terima kasih kau selalu bawaku terbang bersamamu…
terima kasih untuk selalu menopangku di bahu kokohmu…
terima kasih tuk selalu kuatkan aku dengan hawa bahagiamu…